Panggilan
untuk meningkatkan pasokan depleting daging sapi di Jakarta telah
meningkat setelah penemuan Babi jauh lebih murah daripada daging sapi di Indonesia, rumah bagi penduduk Muslim terbesar di dunia. Dalam Islam, daging babi dianggap haram, atau dilarang.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan pada hari Minggu bahwa dengan harga daging sapi terus melambung, ada risiko bahwa toko daging lebih dan daging-pabrik pengolahan akan mencoba untuk lulus dari babi sebagai daging sapi. Inspeksi acak pasar telah mengungkapkan bahwa praktek-praktek semacam itu luas, ia menambahkan.
"Setiap hari kita menemukan [babi dicampur dengan daging sapi] dalam serangan kami," kata Joko.
Jakarta Polisi menangkap empat orang pada Rabu untuk menjalankan sebuah pabrik pengolahan daging babi yang diduga dicampur ke dalam apa yang seharusnya menjadi bakso daging sapi murni.
Penangkapan dilakukan dalam serangan gabungan dari pabrik dekat Pasar Cipete, Jakarta Selatan oleh polisi dan peternakan, pertanian dan perikanan satuan pemerintahan kota Jakarta Selatan.
Pabrik disediakan bakso ke vendor bakso di Jakarta.
Polisi menahan pemilik pabrik, Eka Prayitno, dan tiga karyawan dan menyita 50 kilogram daging babi dan 15 kilogram daging olahan yang mengandung daging sapi dan babi dari pabrik.
Polisi juga mempertanyakan penjual bakso dua yang terlihat di lokasi.
Para tersangka dituduh melanggar peraturan kota perdagangan daging dan pemantauan pembantaian, dan menghadapi tiga bulan penjara dan Rp 5 juta ($ 520) di denda.
Tapi Joko mengatakan melakukan serangan lebih tanpa mengatasi pasokan daging sapi berkurang tidak akan menghentikan orang dari menjual daging babi sebagai daging sapi."Yang paling penting adalah bagaimana [mempertahankan] kecukupan pasokan daging sapi. Jika itu tidak cukup, maka praktek akan terus, "katanya, menambahkan bahwa pihaknya akan mulai bekerja pada sebuah solusi untuk masalah ini.
Drajad Wibowo, wakil ketua Partai Amanat berbasis Islam Nasional (PAN), menyalahkan kegagalan babi pada Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena gagal untuk mengkonfirmasi apakah produk makanan yang dicap dengan label halal memang layak untuk dikonsumsi oleh Muslim.
Dia mengatakan beberapa kasus, sapi produk dengan daging babi telah diberi label halal.
"MUI telah menggeser menyalahkan orang lain, dengan alasan bahwa [vendor dan perusahaan] digunakan label kadaluarsa, dan sebagainya," katanya."Jangan menyalahkan ini pada orang lain. MUI harus memeriksa kinerja sendiri dan menentukan mengapa hal ini dibiarkan terjadi. Konsumen membayar untuk [halal] sertifikasi, yang termasuk dalam harga yang ditetapkan oleh produsen. Jadi tanggung jawab MUI untuk memastikan bahwa tidak ada penyalahgunaan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan pada hari Minggu bahwa dengan harga daging sapi terus melambung, ada risiko bahwa toko daging lebih dan daging-pabrik pengolahan akan mencoba untuk lulus dari babi sebagai daging sapi. Inspeksi acak pasar telah mengungkapkan bahwa praktek-praktek semacam itu luas, ia menambahkan.
"Setiap hari kita menemukan [babi dicampur dengan daging sapi] dalam serangan kami," kata Joko.
Jakarta Polisi menangkap empat orang pada Rabu untuk menjalankan sebuah pabrik pengolahan daging babi yang diduga dicampur ke dalam apa yang seharusnya menjadi bakso daging sapi murni.
Penangkapan dilakukan dalam serangan gabungan dari pabrik dekat Pasar Cipete, Jakarta Selatan oleh polisi dan peternakan, pertanian dan perikanan satuan pemerintahan kota Jakarta Selatan.
Pabrik disediakan bakso ke vendor bakso di Jakarta.
Polisi menahan pemilik pabrik, Eka Prayitno, dan tiga karyawan dan menyita 50 kilogram daging babi dan 15 kilogram daging olahan yang mengandung daging sapi dan babi dari pabrik.
Polisi juga mempertanyakan penjual bakso dua yang terlihat di lokasi.
Para tersangka dituduh melanggar peraturan kota perdagangan daging dan pemantauan pembantaian, dan menghadapi tiga bulan penjara dan Rp 5 juta ($ 520) di denda.
Tapi Joko mengatakan melakukan serangan lebih tanpa mengatasi pasokan daging sapi berkurang tidak akan menghentikan orang dari menjual daging babi sebagai daging sapi."Yang paling penting adalah bagaimana [mempertahankan] kecukupan pasokan daging sapi. Jika itu tidak cukup, maka praktek akan terus, "katanya, menambahkan bahwa pihaknya akan mulai bekerja pada sebuah solusi untuk masalah ini.
Drajad Wibowo, wakil ketua Partai Amanat berbasis Islam Nasional (PAN), menyalahkan kegagalan babi pada Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena gagal untuk mengkonfirmasi apakah produk makanan yang dicap dengan label halal memang layak untuk dikonsumsi oleh Muslim.
Dia mengatakan beberapa kasus, sapi produk dengan daging babi telah diberi label halal.
"MUI telah menggeser menyalahkan orang lain, dengan alasan bahwa [vendor dan perusahaan] digunakan label kadaluarsa, dan sebagainya," katanya."Jangan menyalahkan ini pada orang lain. MUI harus memeriksa kinerja sendiri dan menentukan mengapa hal ini dibiarkan terjadi. Konsumen membayar untuk [halal] sertifikasi, yang termasuk dalam harga yang ditetapkan oleh produsen. Jadi tanggung jawab MUI untuk memastikan bahwa tidak ada penyalahgunaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar